Monday, July 31, 2006

rasa bersalah yang timbul lagi....

entah kenapa... kalo bunda kangen kiky... bunda selalu merasa bersalah karena udah ninggalin dia. maafin bunda ky.. maafin bunda...!!

hmmm jadi inget puisinya ratih sang...




- Bila Ibu Boleh Memilih -



Anakku,…

Bila ibu boleh memilih

Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu…

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah


Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi

Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…


Anakku,…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu

Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu

Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga

Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan

Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun


Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah… saat paling membahagiakan

Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,

Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,

Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu


Anakku,…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,

Maka ibu memilih menyusuimu,

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,

Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan


Anakku,…

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat

Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle

Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu


Tetapi anakku…

Hidup memang pilihan…

Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak…

Maafkan ibu…

Maafkan ibu…

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,

Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak…

Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak…

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…



Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004


Dikutip dari Bila Ibu Boleh Memilih, kumpulan puisi hati Ratih Sanggarwati

4 comments:

Toko Fiara said...

iiihhhh......... itu puisi masih aku simpen sampe skg, sediiiihhh deh aku kl baca.. senasib deh kita..:(

kiky f said...

ih, kan aku ngelahirinnya caesar bukan mau ku, tapi Kezia udah 36 jam ngga "turun2x" dah bukaan 8 bow!

mrs.netta said...

hikz.. hikz.. puisinya sediih.. tapi bikin kita bangga jadi ibu, sayang banget aku gak ngelahirin normal, orang jalan lahirku gak mau kebuka, alhamdulillah masih bisa jadi ibu full time plus kasih asi ekslusif, hehe..

My Story said...

he3x..puisi bagus ya mba..
aku suka juga. aku jg srg merasa bersalah mba, bila ingat anak2 dirumah, sementara aku msh kerja terus
ups..melahirkan normal seru dan amazing, sptku yg kualami.